السلام عليكم

M Ridhona Z Nur اسمي

Mahasiswa Psikologi USU Angkatan 2016 لا تحزن إن الله معنا

Sabtu, 08 April 2017

Resume 2 (Motivasi)






MOTIVASI
Hasil gambar untuk motivasi intrinsik

Apa Itu Motivasi?
Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama.

Perspektif Tentang Motivasi

a.      Perspektif Behavioral
Perspektif behavioral menekankan imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi murid. Insentif adalah peristiwa atau stimuli positif atau negatif yang dapat memotivasi perilaku murid. Pendukung penggunaan insentif menekankan bahwa insentif dapat menambah minat atau kesenangan pada pelajaran, dan mengarahkan perhatian pada perilaku yang tepat dan menjauhkan mereka dari perilaku yang tidak tepat (Emmer dkk., 2000).

b.      Perspektif Humanistik
Perspektif humanistik menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk memilih nasib mereka. Perspektif ini berkaitan berkaitan erat dengan pandangan Abraham Maslow bahwa kebutuhan dasar tertentu harus dipuaskan dahulu sebelum memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi.
Teori Abraham Maslow, tentang motivasi manusia dapat diterapkan pada hampir seluruh aspek kehidupan pribadi serta sosial. Maslow juga mengatakan bahwa manusia dimotivasi oleh sejumlah kebutuhan dasar yang bersifat sama untuk seluruh spesies, tidak berubah, dan berasal dari sumber genetic atau naluriah. Dan konsep inilah yang mendasar dan unik bagi teori Maslow.

Hierarki Kebutuhan Maslow:
Hasil gambar untuk hirarki kebutuhan maslow


  • ·         Fisiologis : lapar, haus, tidur.
  • ·         Keamanan (safety) : bertahan hidup, seperti perlindungan dari perang dan kejahatan
  • ·         Cinta dan rasa memiliki : keamanan (security), kasih sayang dan perhatian dari orang lain.
  • ·         Harga diri : menghargai diri sendiri.
  • ·         Aktualisasi diri : realisasi potensi diri.  Menurut Maslow, misalnya, murid harus memuaskan kebutuhan makan sebelum mereka dapat berprestasi. 


c.       Perspektif Kognitif
Menekankan pada pemikiran murid untuk memandu motivasi mereka sendiri. Ini berfokus pada ide-ide seperti motivasi internal murid untuk mencapai sesuatu, atribusi mereka (persepsi tentang sebab-sebab kesuksesan dan kegagalan, terutama persepsi bahwa usaha adalah faktor penting dalam prestasi), dan keyakinan mereka bahwa mereka dapat mengontrol lingkungan mereka secara efektif. Perspektif ini juga menekankan arti penting dari tujuan, perencanaan dan monitoring kemajuan menuju suatu tujuan.

d.      Perspektif Sosial
Kebutuhan afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman. Ini membutuhkan pembentukan, pemeliharaan, dan pemulihan hubungan personal yang hangat dan akrab. Kebutuhan afiliasi murid tercermin dalam motivasi mereka untuk mengahabiskan waktu bersama teman, kawan dekat, keterikatan mereka dengan orang tua, dan keinginan untuk menjalin hubungan positif dengan guru.
Murid sekolah yang punya hubungan yang penuh perhatian dan suportif biasanya memiliki sikap akademik yang positif dan lebih senang bersekolah (Baker, 1999; Stipek, 2002). Dalam sebuah studi berskala luas, salah satu faktor terpenting dalam motivasi dan prestasi murid adalah persepsi mereka mengenai apakah hubungan mereka dengan guru bersifat positif atau tidak (McCombs, 2001; McCombs & Quiat, 2001). Dalam studi lain, nilai matematika meningkat di kalangan murid sekolah menengah apabila mereka punya guru yang mereka anggap sangat suportif (Eccles, 1993).

 Motivasi untuk Meraih Sesuatu 
Motivasi pada murud telah dipengaruhi oleh perspektif kognitif. Anak akan mengetahui apa yang menjadi tujuan mereka belajar.  Dalam hal ini kita akan membahas hal-hal apa saja yang dapat meningkatkan  motivasi murid untuk meraih sesuatu atau untik berprestasi. Kita akan mulai bagian ini dengan memperkenalkan apa itu yang dimaksud dengan motivasi ekstrinsik (ekstrensik) dan intrinsik (internal), dan apa yang menjadi perbedaan antara kedua motivasi tersebut. Kemudian kita akan mengkaji efek dari kecemasan terhadap prestasi belajar anak dan beberapa startegi yang dapat membantu murid agar lebih termotivasi lagi.

a.      Motivasi Ekstrinsik
Motivasi Ekstrinsik merupakan rangsangan dari luar  yang bertujuan hanya untuk mendapatkan sesuatu yang lain. Motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh insentif ekternal seperti imbalsa atau upah dan hukuman. Misalnya, seorang anak akan mengerjakan pr nya apabila orang tua nya memberikannya menonton televisi setelah selesai
Hasil gambar untuk motivasi ekstrinsik

b.      Motivasi Intrinsik
Motivasi Intrinsik merupakan  motivasi yang berasal dari diri kita sendiri (internal) untuk melakukan sesuatu hal demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri). Dalam memenuhi motivasi intrinsic, murid tidak perlu mendapat rangsangan dari luar, karna motivasi tersebut akan timbul karna keinginan, hobi atau karena kesadaran diri sendiri. Semakin kuat motivasi intrinsic yang dimiliki oleh seseorang, maka semakin besar kemungkinan ia memperlihatkan tingkah laku yang kuat untuk mencapai tujuannya.

Murid akan termotivasi untuk belajar saat mereka diberikan pilihan, senang menghadapi tantangan yang sesuai dengan kemampuan mereka, dan mendapat imbalan yang mengandung nilai imformasional tetapi bukan dipakai untuk kontrol. Sama halnya dengan pujian juga dapat memperkuat motivasi intrinsik murid. 


Hasil gambar untuk motivasi instrinsik



Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 komentar:

Posting Komentar

BANG DHON
wa : 0853-6210-3397
Medan, North Sumatera

SEND ME A MESSAGE

عن نفسي

Followers

Blogger templates

Blogger news

Become our Fan