السلام عليكم

M Ridhona Z Nur اسمي

Mahasiswa Psikologi USU Angkatan 2016 لا تحزن إن الله معنا

Sabtu, 08 April 2017

Resume 3 (inteligensi)


INTELIGENSI

Hasil gambar untuk inteligensi




Inteligensi Adalah Keahlian Memecahkan Dan Kemampuan Untuk Beradaptasi Pada, Dan Belajar Dari, Pengalaman Hidup Sehari-Hari.  Psikolog Mendeskripsikan Inteligensi Sebagai Keahlian Untuk Memecahkan Masalah (Problem Solving),



TEORI MULTIPLE INTELIGENSI
   
   Pandangan Awal. Binet dan Sterm memfokusakan pada konsep inteligensi umum, yang oleh Sterm dinakaman IQ. Sejak awal 1930an, E. L. Thurstone (1938) mengatakan orang mempunyai tujuh kemampuan intelektual spesifik, yang dinamakannya kemampuan primer : Pemahaman verbal, Kemampuan angka, Kefasihan kata, Visualisasi spesial, Memori asosiatif, penalaran, dan kecepatan persepsi.


     Teori Triarkis Sternberg. Menurut teori inteligensi Triarkis dari Robert J. Sternberg(1986,2000), inteligensi muncul dalam bentuk : Analitis, Kreatif, dan Praktis.


·         Inteligensi Analitis adalah kemampuan untuk menganalisis, menilai, mengevaluasi, membandingkan, dan mempertentangkan.
·         Inteligensi Kreatif adalah Kemampuan untuk mencipta, mendesain, menciptakan, menemukan, dan mengimajinasikan.
·         Inteligensi Praktis fokus pada kemampuan untuk menggunakan, mengaplikasikan, mengimplementasikan, dan mempraktikan.           


     Delapan Kerangka Pikiran Gardner. Howard Gardner (1983, 1993, 2002) percaya bahwa ada banyak tipe inteligensi spesifik atau kerangka pikiran. Kerangka ini dideskripsikan bersama dengan contoh pekerjaan yang merefleksikan kekuatan masing masing kerangka (Cambell, Cambell & Dickinson, 1999):
Hasil gambar untuk howard gardner teori kecerdasan
·         Keahlian Verbal : Kemampuan untuk berpikir dengan kata dan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan makna (penulis, wartawan, pembicara)
·         Keahlian Matematika : Kemampuan untuk menyelesaikan operasi matematika (Ilmuawa, insinyur, akuntan)
·         Keahlian Spasial : Kemampuan untuk berpikir tiga dimensi (Arsitek, perupa, pelaut).
·         Keahlian Tubuh Kinestetik : Kemampuan untuk memanipulasi objek dan cerdas dalam hal-hal fisik (Ahli bedah, pengerajin, penari, atlet).
·         Keahlian Musik : Sensitif terhadap nada, melodi, iramaa, dan suaraa (komposer, musisi, dan pendengar yang sensitif).
·         Keahlian Intrapersonal : Kemampuan untuk memahami dan berinteraksi secara efektif dengan orang lain.
·         Keahliaan Naturalis : Kemampuaan untuk mengamati pola-pola di alam dan memahami sistem alam dan sistem butaan maanusia (petani, ahli botani, ahli ekologi, ahli tanah).


Kontroversi dan Isu dalam Inteligensi
Sifat dan Asuhan. Isu tentang apakah perkembangan seseorang terutama dipengaruhi oleh sifat alamiah ataukah oleh pengasuhan.

Apakah Orang Punya Intelegensi Umum? Dalam sebuah studi, John Caroll (1993) melakukan penelitian intensif terhadap kemampuan intelektual dan menyimpulkan bahwa kemampuan intelektual saling terkait, dan ini mendukung konsep intelegensi umum, namun disisi lain juga ada banyak kemampuan khusus.

Etnis dan Kultur. Terkait dengan perbandingan etnis dan bias kultural dan tes yang fair secara kultural.

Tes yang Fair secara Kultural. Merupakan tes yang diusahakan bebas dari bias kultural.

Pengelompokkan dan Penelusuran Kemampuan. Pengelompokkan kemampuan antarkelas adalah pengelompokkan murid berdasarkan kemampuan mereka sedangkan pengelompokkan kemampuan dalam kelas adalah penempatan murid dalam dua atau tiga kelompok didalam kelas berdasarkan kemampuan mereka.

Cara Bealajar Dan Gaya Berfikir
Kedua hal ini bukanlah kemampuan, tetapi merupakan cara seseorang untuk menggunakan kemampuannya.

Dikotomi Gaya Belajar dan Berpikir

Gaya Impulsif/Reflektif.
Merupakan tempo konseptual, yakni murid bertindak cepat dan impulsif atau menggunakan lebih banyak waktu untuk merespon dan merenungkan akurasi dari suatu jawaban. Murid yang impulsif lebih banyak melakukan kesalahan dibanding dengan murid yang reflektif.

Gaya Mendalam/Dangkal.
Gaya mendalam adalah cara murid memahami makna materi tertentu sedangkan gaya dangkal adalah cara belajar yg sekadar mencari apa-apa yang perlu untuk dipelajari.

Mengevaluasi Gaya Belajar dan Berpikir
Gaya belajar dan berfikir mungkin bervariasi berdasarkan konteks sekolah, level kelas, dan mata pelajaran.


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 komentar:

Posting Komentar

BANG DHON
wa : 0853-6210-3397
Medan, North Sumatera

SEND ME A MESSAGE

عن نفسي

Followers

Blogger templates

Blogger news

Become our Fan